PANGKALAN
Saat muncul pertanyaan untuk memilih ojek pangkalan atau ojek  online  serta alasan memilihnya, jawaban dari pelanggan memilih menggunakan ojek  online  dibandingkan dengan ojek pangkalan. Ojek  online  yang aman dan ramah, identitas pengemudi ojek yang jelas dan cara mengemudi yang sudah aman, lebih cepat dan lebih praktis serta dapat dibeli melalui  online , selain alasan itu harga yang wajar dan sesuai sehingga konsumen tidak perlu menawar harga dengan pengemudi ojek.
    Tinggal  klik , tunggu sebentar, disetujui muncul dan ojek pun tiba tiba jasa. Beda dengan ojek pangkalan, konsumen harus lebih dulu datang ke lokasi disponsorinya para pengemudi. Belum lagi tawar menawar yang masih banyak, terutama di kala macet. Beberapa pengemudi juga menggunakan helm pengaman. Kepraktisan juga menjadi pertimbangan lain. Keamanan dan kenyamanan, dua hal ini yang memubuat konsumen masa kini beralih dari ojek pangkalan ke ojek  online .
    Adanya ojek  online  ini tidak semua pihak dapat menerimanya dengan baik. Beberapa kali dilakukan di berbagai cara. Salah satunya adalah larangan terhadap  go-jek  dan  rebut sepeda yang akan  dibuka sebelumnya yang telah dikuasai oleh perkumpulan ojek pangkalan, sebagai contoh kawasan Kalibata. Keresahan muncul bukan tanpa alasan. Kemunculan ojek  online  dianggap menggerus diskusi para pengemudi ojek pangkalan. Para pengemudi ojek pangkalan menarik banyak pelanggan yang pindah menggunakan ojek  online . Tidak hanya itu, dulu rata-rata rata-rata $ 300.000 per sekarang tersedia menurun drastis hingga 50%.
   Menanggapi hal tersebut, pengemudi ojek  online bagi  pengemudi ojek pangkalan untuk bergabung. Peningkatan ekonomi menjadi pertimbangan utama. Antara Rp 5.000.000 hingga Rp8.000.000 klaim bisa diraih pengemudi ojek  online  dalam kurun waktu satu bulan. Pengemudi ojek  online memilih  jika ada ojek  online mematikan usaha ojek pangkalan adalah salah besar. Dia menghargai  go-jek  ada untuk menginspirasi dan meningkatkan ekonomi rumah tangga para pengemudi ojek.
   Menurut Sudariatmo dari Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing pengemudi ojek tidak perlu takut bersaing. Segmen yang berbeda dari driver ojek  online  dan ojek pangkalan menjadi pertimbangannya. Pengguna ojek  online  hanya menyasar pengguna  gadget, smartphone  atau internet saja, sedangkan konsumen yang tidak biasa menggunakan  gadget ,  smartphone , atau internet masih dapat menggunakan jasa ojek pangkalan. Sudariat memberikan tambahan pada ojek  online  ini dapat memberikan momentum untuk ojek pangkalan untuk menata dan membenahi diri.
   Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) juga memberikan kesesuaian dengan pengaturan tarif atau pengaturan agar tidak terjadi persaingan di antara kedua jenis moda transportasi khusus ini. Selain dengan modal besar, aplikasi ojek  online  mampu menekan harga di awal diluncurkan melalui paket promo. Badan hukum serta peraturan tarif yang jelas membantu menumbuhkan persaingan persaingan yang jelas moda angkutan yang sehat. Pengemudi senang, konsumen pun tenang. 
   Ada 3 tips aman dan nyaman saat menggunakan layanan ojek online:
1.Usahakan untuk berpegangan saat berboncengan. Entah di samping atau di perut. Pada intinya, pembonceng harus mengikutsertakan gerakan tubuh si penggendara.
2.Lutut pembonceng harus mepet ke pinggul pengendara. Oleh karena itu, jangan sampai sudut lutut dalam kondisin terbuka, bahkan duduk agak berjauhan dengan pengendara.
3.pembonceng harus menggunakan perlengkapan yang sama dengan pengendara. kenapa karena pemboncenglebih fatal saat memperbaiki kecelakaan di bandingkan dengan pengendara.


oke sekian dari saya , jangan beri saran,kritik dan comment ya guys:v
#salamsantuy