Thursday, February 28, 2019

NOVEL

Hello guys kembali lagi bersama saya surangga, jadi ini novel yang aku buat. oke jangan lupa untuk berikan tanggapan baik berupa kritik,saran ataupun komentar.



Si Buta Lentera Desa


PART 1 "DI LAHIRKAN"
 

  Kusnadi dan Tarsih adalah pasangan suami dan istri yang tinggal di Desa Muliajaya, Kuningan-Jawa Bara. mereka hidup berdua mendiami sebuah rumah kecil yang sederhana.
  sebagai kepala keluarga, Kusnadi menanggung beban hidupnya hanya mengandalkan otot, karena ia tidak memiliki keahlian lain.Sekolahnya saja hanya tamat sekolah dasar, sehingga beban yang kekar merupakan modal baginya untuk menjadi buruh tani.
  Pekerjaan buruh tani dimulai ketika musim pengolahan sawah tiba. sawah telah tiba. Setiap hari kusnadi sibuk banting tulang sawah milik majikanya, Haji Mariyah. Dari mulai mencangkul,membuat lahan penyemaian benih,serta pengolhan sawah lainnya. Ia termasuk buruh tani yang sangat rajin,menurut majikannya. Kadang kala selesai penanaman padi,masih saja majikan menyuruh kusnadi untuk memelihara tanaman padinya hingga masa panen. Perolehan hasil kerjanhya oleh Kusnadi di serahkan langsung kepada istrinya demi memenuhi kebutuhan sehari-hari.
  Sementara itu, selain sebagai ibu rumah tangga, Tarsih suka bekerja pula di rumah majikan suaminya. Ia suka membantu pekerjaan dapur. Kadang kalau musim penanaman padi ia suka ikut nyeblok. Kemudian hasil padi yang di dapatkannya cukup lumayan buat menambah kekurangan di musim paceklik.
  Sejak awal perjalanan rumah tangga Kusadi dengan Tarsih keadaan ekonominya hanya pas-pasan. Maka untuk menempuh peralanan tersebut harus punya kemauan yang keras. Namun, hal itu bagi mereka tidaklah menjadi gentar, pekerjaan yang berat tetap di geluti olehnya bertahun-tahun.Dan kini, memasuki masa 3 tahun pernikahannya,Tarsih pun mengandung.
  Di usoa kandungan Tarsih ysng kesembilan bulan,dua malam ia berturut-turut bermimpi. Malam itu,ia bertemu dengan neneknya di sebuah hutan belantarayang sangat menyeramkan. Pertemuan mereka berlangsung sekilas.Dalam mimpinya,tah sepatah katapun yang di ucapkan oleh neneknya.Bahkan saat Tarsih mau menyapanya,si nenek telah menghilang terlebih dahulu.
  Mimpi pun kemudian terulang pada malam berikutnya. Kali ini Tarsih mimpi didatangi oleh kakeknya. kakek TArsih adalah bapa dari ibunya,atau suami neneknya yang kemarin malam telah bertemeu dalam mimpi. Keduanya sama-sama telah meninggal pada saat Tarsihmasih kecil. Dalam mimpi itu, si kakek berpenampilan jubah putih dan berjenggot yang terurai sebatas dadanya. Menurut oerasaan alam mimpinya,Tarsih hanya berdua dengan kakeknya di tengah lapanagan yang sangat luas yang di tumbuhi rumput yang subur dengan pohon flamboyan berbunga merah berjejer di sekelilingnya.       "Tarsih,cucuku!" si kakek menyapa.
 "Ada apa,kek?" ujar cucunya sambil mendekat ke arah kakeknya.
 "Bila anakmu lahir,peliharalah dengan baik Insha Allah anakmu kelak akan berguna",pesan si kakek sambil memeluk Tarsih.
 "Mengapa kakek bertanya seperti itu?" tanya Tarsih heran.
  Kakek tidak menjawab,tetapi kakek menatap sangat tajam kandungannya.
 "Mengapa diam,kek? Apa yang hendak terjadi pada anakku?" tanya Tarsih beruntun.Lalu ia mengelus-elus perutnya yang hamil tua,seperti ketakutan.
 "Anakmu baik-baik saja," kata si kakek yang akhirnya bicara juga. "kakek harap kamu harus tabah dalam memelihara dan mendidiknya." nasihatnya kemudian.
 "Ya,kek," jawab cucunya pendek.
  Beberapa saat kemudian,si kakekpun entah pergi kemana. Sepertinya ia memiliki kekuatan ghaib yang datang dan pergi secara tiba-tiba.
 "Kek,jangan pergi!" teriak Tarsih sambil berusaha lari mengerjarnya.Namun, baru saja lari mencapai beberapa meter, ia keburu jatuh. Tampaknya ia tidak bisa menahan keseimbangan perutnya yang buncit.
  Teriakan Tarsih yang sangat nyaring berbarengan dengan suara adzan Subuh. Dan sepertinya suara itu telah membangunkan Kusnadi dari tidur lelapnya. ia sangat heran ketika melihat istrinya masih tidur tapi mulutnya komat-kamit. "kenapa,Sih?" tanya Kusnadi kemudian sambil berusaha membangunkan istrinya.
  Tarsih pada saat itu juga langsung bangun,lalu menjawab pelan,   "barusan aku mimpi."
 "mimpi apa?"
 "BErjumpa kakek."
 "bagaimana isi mimpimu itu hingga membuat kamu mengigau?"
   Tarsih tidak buru-buru menjawab.Tampak,ia menggeliatkan badan seperti kelelahan.Tak lama kemudian,ia pun menjelaskan mimipinya kepada suaminya.
   Semenatara itu,Kusnadi sedangan asik mendengarkan penjelasan mimpi.ketika cerita istrinya telah selesai, "sudahlah,Sih.lupakan saja mimpi itudan jangan terlalu di pikirkan!"
  "Bagaimana aku bisa melupakan mimpi itu. Kemarin malam aku bermimpi bertemu nenek. barusan lagi bermimpi lagi bertmeu kakek. isi percakapanku dengan kakek sanagat menggetarkan hati, karena menyangkut anak dalam kandunganku," ungkap Tarsih sedikit kesal.
 "maksudku begini," kata suaminya, "kita jangan terlalu terpengaruh dan percaya terhadap mimpi. apapun yang terjadi sepenuhnya kita perserahkan kepada Allah."nasihatnya
  Mendengar nasihat suaminya,tarsih tidsk berusaha mengomentari,ia cuman berharap kepada Allah,agar dirinya serta anaknya yang masih dalam kandungan selalu di beri perlindungan.
  Beberapa hari kemudian,setelah peristiwa percakapan bersama kakeknya dalam mimpi,pada saat saat tertentu Tarsih suka melamun. ia selalu membayangkan keadaan yang bakal terjadi bila anaknya lahir. kalau saja bisa,ongon rasanya Tarsih mempercepat kelahiran bayinya,agar terlepas dari bebam berat tentang ,impimya yang terus menghantui pikirannya.
 "Melamun lai,sih?" tanya kusnadi pada suatu pagi mengagetkan istrinya yang sedang duduk sendirian di dapur.
 "Ti..dak," balas Tarsih terbata-bata. ia mengira suaminya telah pergi bekerja ke sawah majikannya. "tidak jadi kerja,pak?" lanjutnya.
 "aku cuman bekerja sebentar," kata kusnadi, "hari ini aku haeus mengantarmu ke puskesmas"
 "Baru senin kemarin aku di periksa," bantah istrinya.
 "wah,rupanya pelupa,ya?" ujar kusnadi sambil tertawa gel, "sekarang kan hari senin," lanjutnya.
 "Masya Allah,aku benar-benar lupa!" seru istrinya sambil menepuk-nepuk keningnya. ia baru sadar pemeriksaan terhadap ibu hamil 9 bulan berlangsung s
1 minggu sekali.
 "Mari,mumpung masih pagi kita ke puskesmas!" ajak suaminya yang segera beranjak ke kamar sekedar mengganti pakaian.
  Tarsih pun mengangguk setuju. lalu ia bergegas mengikuti suaminya untuk ganti pakaian dan sedikit berdandan. memang, seperti kebanyakan ibu hamil lainnya, tarsih tergolong penurut pada anjuran ahli kesehatan yang sering memberi penyuluhan. ia aktif memeriksakan kandungan nya sejak usia 3 bulan,ke puskesmas yang baru berdiri di pusat kota kecamatan.
  Walau jarak yang harus di tempuh ke puskesmas cukup jauh.Namun,mereka berdua tetap menempuhnya dengan melewati jalan yang belum beraspal sambil mengendarai sepeda.
  tiba di puskesmas, kusnadi mengagantikan istrinya untuk ikut antrian di ruang pendaftaran. setelah karcis di peroleh,mereka duduk sambil menunggu giliran masuk ruangan peruksa bersama ibu-ibu hamil lainnya. setengah jam kemudian,tarsih kena giliran juga untuk di periksa oleh bidan.
  hasil pemeriksaan bidan,ternyata kondisi kandungan dan badan tarsih sehat. mereka berdua pun di beri tahu tentang waktu kelahiran bayinya, saat itupula bidan menyarankan agar proses kelahiran bayi nanti,cukup minta bantuan paraji terlatih yang ada di desanya.
  memang mereka berdua sangat menginginkan kelahiran anaknya lebih cepat. terlihat kusnadi,ia berharap anaknya nanti seorang anak laki-laki yang tampan dan cerdas, walaupun hanya dirinya tamatan sekolah rendah,namun ia ingin anaknya bisa sekolah lebih tinggi, jejaknya sebagai kuli kasar jangan sampai di ikuti oleh anaknya,harapan kusnadi.
  waktu yang di nantikan akhirnya tiba, Dua hari setelah pemeriksaan tepatnya tanggal 16 mei 1975 istri kusnadi melahirkan seorang anak laki-laki.proses kelahirannya cukup di bantu oleh mak paraji. Tarsih dan suaminya sangat senang.sebab anak laki-lakinya lahir dengan selamat.
 "lihatlah,sih!" seru mak paraji yang saat itu mrmbawa bayi. "bayinya seorang laki-laki yang tampan," tambahnya. lalu,ia menyerahkan bayinya yang berselimut kain baru kepada tarsih. "terima kasih,mak," ucap tarsih girang.
  tarsih masih terbaring lemah karena tenaganya telahterkuras saat proses melahirkan. kemudian,dibantu oleh suaminya, tarsih berusaha bangun utnuk menggendong bayinya. terlihat,bayinya sangat montok warna kulit kemerah-merahan dengan kelopak mata yang masih tertutup rapat. 

PART 2 "SI BUTA"
 
 Seminggu kemudian,setelah bayinya puput peuseur,kusnadi mengadakan selamatan nyukur. selamatan yang di hadiri oleh kedua orang tua kusnadi dan tarsih,saudara dekat,juga para tetangga itu berjalan sangat sederhana. kehadiran mereka pada acara tersebut sebagai ungkapan rasa senang terhadap keluarga kusnadi atas kelahiran outra pertamanya.
  Selamatan berlangsung pagi menjelang siang, acaranya diisi dengan do'a bersama yang dipimpin oleh seorang ustadz, acara berakhir menjelang saat dzuhur tiba.
 "sih ,emak lupa lagi." kata mak ecah,emaknya kusnadi yang pada saat itu masih menimang-nimang cucunya.
  "lupa tentang apa mak?" tanya tarsih yang segeara datang menghampiri mertuanya. saat itu, walau baru seminggu sehabis melahirkan,namun tarsih terlihat sehat kembali.
  "nama anakmu?" jawab mertuanya kemudian>
 "dia bernama elon,mak," katanya, "lengkapnya elon carlan." tarsih menambah sambil meraba-rapa pipi elon yang halus dalam gendongan emaknya.
  "Elon carlan," ucap emaknya "sebuah nama sederhana, semoga elon menjadi anak yang berguna!" lanjutnya penuh harap. 
  "mudah-mudahan," kata tarsih pelan. dengan seketika ia teringat pesan kakeknya dalam mimpi 2 minggu yang lalu. ucapan mertuanya yang terlontar sama dengan ucapan kakeknya. namun,ia pun mencoba segera melupakan kembali peristiwa mimpi itu. yang penting setelah anakku lahir,diriku terhindar dari lamunan selama ini,pikirnya. lalun ia membantu membereskan tikar yang masih berserakan di lantai bekas selamatan.
  "kus,coba sini sebentar!" tiba tiba emaknya memanggil kusnadi tang saat itu berkemas tikar.
 "ada apa,mak?" tanya kusnadi sambil meletakan tikar di lantai,lalu ia mendekati emaknya.   
  "lihat,elon!" suruh emaknya terputus.saat itu, terlihat muka mak ecah berubah pucat.
  "ada apa dengan elon?" tanya tarsih dengan kaget.ia mendahului suaminya yang mau bertnya juga.
  "lihatlah,nak!" tukas mak ecah mengulanginya.
  "sebenernya ada apa dengan anakku,mak?" kembali kusnadi bertanya seperti gugup. ia segera ingin tahu tentang anaknya.
  "selama ini emak hanya melihat kedua mata elon terkatup terus. namun, emak lama menggendongnya,tiba-tiba saja matanya terbuka lebar," ucapnya emak berusaha tegar.
  "sekilas emak merasam kaget, permukaan bola matanya semua berwarna putih tanpa bintik hitam di tengahnya," ucapnya kemudian.
  "benarkah,mak?" tanya kusnadi tampak panik. "maksud emak,apakah boma mata elon tidak memiliki iris,pupil dan kornea?" lanjutnya, walau sekolahnya rendah,namun kusnadi termasuk cerdas.
  "ah yang benar?" sela istrinya yang turur panik seperti suaminya.
  "kalian lihat sendiri mata elon," mak ecah bicara pelan. "apakah mungkin mata elon tidak normal?"
   bagi tarsih,kenyataan pahit yang menimpa anaknya segera disadarinya dengan hati yang ikhlas, lain halnya dengan kusnadi , mendadak tidak dapat menerima anaknya dalam keadaan cacat netra."tidak munkgin." teriaknya histeris.
  teriakan histeris kusnadi sempat di dengar oleh tetangganya, lalu mereka berhamburan mendekati,rumah kusnadi. selain merasa kaget,sepertinya mereka khawatir bila terjadi sesuatu menimpa keluarga yaang baru selesai mengadakan selamatan.
  "sudahlah,kus!" seru mak ecah dalam rumah.dengan perasaan was-was ia menghampiri anaknya.mak ecah ingin sekali menghibur anaknya agar tidak terlampau larut dalam kesedihan dan kemarahan.
  menjelang hari mulai gelap, barulah mak ecah berkesempatan pulang kerumah.dan itu lakukan setelah lama menasihati anak dan menantunya. malam pun semakin larut.kusnadi duduk sendiri sambil melamun, dihisapnya rokok sisa siang hari. dan beberapa jam kemudian,lamunan kusnadi terpecah ketika elon menangis.
  " sih.....sih......!" panggil kusnadi. "lihatlah anak kamu menangis,"lanjutnya.
   tarsih pun bangun dan segera memegang popok bayinya "basah" ucapnya sambil mengganti popoknya. 
  "Elon kencing,sih?" tanya suaminya.
  "ia kemcing,blum tidur juga,pak? tanya istrinya.
  "aku sulit tidur," balas kusnadi
  "banyak melamun sih jadi sulit tidur," kata istrinya, "pak sebaiknya kita hadapi kenyataan ini,mungkin ini takdir Allah."
  "mengapa harus menimpa kita? tanya suaminya.
  "namanya juga takdir,kita tidak mampu menolaknya," jawab tarsih
     Setelah istrinya kelihatan tidur,lalu kusnadi berusaha ikut tidur pula.
     keesokan harinya,tarsih membawa elon belanja untuk membeli keperluan masak. di warung,banyak pula orang yang belanja. ketika tarsih kelihatan menggendong bayinya,mereka pun berebut tanya tentang kesehatan elon. ketika itu mereka memandangi mata elon yang buta. saat itu pula mereka memanggil elon carlan dengan sebutan "SI BUTA" . kala di dengar panggilan buat anaknya cukup menyedihkan,terlihat tarsih menintikan air mata sambil merenungi nasib anaknya yang malang....



-TAMAT-



oke guys jangan lupa kasih kritik,saran dan komentar ya guys:)
#salamsantuy

7 comments:

NOVEL

Hello guys kembali lagi bersama saya surangga, jadi ini novel yang aku buat. oke jangan lupa untuk berikan tanggapan baik berupa kritik,sara...